Silluet

Silluet
Karya Tangan Anak Muda

Breaking

Jumat, 02 Juni 2017

Potensi dan Peluang Daerah Indramayu



Indramayu adalah daerah agraris yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian. Kabar terbaru dari Kementerian Pertanian bahwa Indonesia kekurangan sekitar 39 ribu  orang penyuluh pertanian di tingkat desa/kelurahan. Disini saya akan membahas tentang Desa Rancamulya Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu.

Banyaknya penduduk Indramayu yang bekerja sebagai TKI, membuat peluang kerja di sektor pertanian terbuka lebar. Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Indramayu Daddy Haryadi menyebutkan, berdasarkan data pada 2015 lalu, jumlah pengangguran mencapai 61.403 orang dan angkatan kerja sebanyak 766.583 orang. Sementara pencari kerja mencapai 35.940 orang dengan penempatan tenaga kerja sebanyak 20.344 orang.

Indramayu merupakan salah satu daerah asal tenaga kerja Indonesia (TKI) terbesar, dari total sekitar enam juta orang buruh migran yang tersebar di sejumlah negara. Indramayu merupakan salah satu daerah pemasok TKI yang terbesar setelah Lombok Timur dan sebagian besar adalah perempuan. Dulu, negara tujuan terbesar adalah negara-negara di Timur Tengah terutama Arab Saudi tapi saat ini banyak juga yang bekerja di Hong Kong dan Taiwan.


Data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia BNP2TKI menyebutkan uang kiriman atau remitansi TKI sepanjang 2015 mencapai US$ 8,6 juta atau sekitar Rp. 119 trilliun.
Indramayu dikategorikan sebagai bentuk pertanian lahan basah sehingga tanaman utamanya adalah padi.  Sektor pertanian merupakan salah satu pilar penting pengnggerak perekonomian Indramayu karena sebagian besar masyarakat Indramayu bekerja sebagai petani.



Potensi dan Peluang yang dapat dikembangkan adalah :

  1. Mengembangkan jejaring lembaga pendukung pertanian, misalnya lembaga permodalan.
  2. Memperbaiki tata niaga padi di tingkat lokal.
  3. Meningkatkan nilai tambah produk pertanian, misalnya dengan pengembangankan pertanian organik, pengemasan produk beras kualitas terbaik, pengembangan produk tepung beras untuk suplai industri-industri makanan.
  4. Penduduknya yang pulang dari Luar Negeri diberikan pelatihan agar uang yang dihasilkan dari kerja di Luar Negeri tersebut bisa digunakan untuk berwirausaha.
  5. Generasi muda diberikan arahan agar dapat menjadi penyuluh pertanian di desanya masing - masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox