Anda mungkin saja berpikir bahwa hal ini adalah sesuatu yang agak sulit untuk dilakukan. Terutama jika bukan tipikal orang ‘sanguinis’ yang begitu mudahnya untuk akrab dan berbaur dengan orang baru. Benar sekali. Ini tidak mudah. Karena saya dulu pun demikian. Takut, ngga pede, dan males banget kalau harus berkenalan dengan orang baru. Sampai akhirnya saya dipaksa memiliki kebiasaan berkenalan dengan orang baru ketika menjalankan bisnis network marketing.
Apa Gunanya Kalau Dengan Media Online Bisa?
Memanfaatkan waktu, menambah teman, dan melatih keahlian komunikasi saya. Itu jawaban utama saya. Entah dengan Anda. Setiap orang tentu memiliki alasan masing-masing, termasuk juga mungkin teman-teman MLM yang menjalankan prospekting. Akan ada waktu dimana kita harus menunggu seseorang (seperti ilustrasi pembuka) atau mungkin kondisi dimana kita tidak bisa mengakses internet untuk sekedar bermain di soc.networking site. Saat itulah keahlian berkenalan dengan orang baru dibutuhkan.
Daripada bete ngga jelas karena menunggu orang lain atau mungkin karena lagi antri, kenapa tidak berusaha berkenalan dengan orang baru agar bisa menikmati suasana sekaligus membunuh waktu dengan menyenangkan. Dan ini lumayan bisa menjaga mood untuk tetap positif. Tapi bukan itu intinya, melainkan apa sisi positif dari memperluas social circle seperti yang sudah saya paparkan sedikit pada tulisan sebelumnya.
Sebelum Memulai?
Sebelum Anda mulai berkenalan dengan orang-orang baru, ada satu hal yang perlu Anda tanamkan di dalam benak. Pada hakikatnya semua orang adalah sama-sama pentingnya. Ini akan membantu Anda untuk sedikit menghilangkan grogi. Kalau hal ini sudah Anda tanamkan, biasanya akan berpengaruh pada cara dan sikap ketika berbicara. Begitu pun dengan lawan bicara Anda nantinya, biasanya akan jauh lebih respect.
Mulailah Lebih Dahulu, Jangan Lupa Senyum!
Ada satu hal yang mungkin perlu Anda ketahui. Sebenarnya tiap orang punya ketakutan yang sama untuk memulai percakapan dengan orang baru. Sering kan kita sudah saling membalas senyum sama orang lain tapi pembicaraan tidak juga dimulai. Seperti saling menahan untuk menyapa atau bertanya terlebih dahulu. Maka ketika Anda memulai pembicaraan untuk pertama kalinya, mereka akan sangat berterima kasih pada Anda walaupun tidak terucap.
Mulailah dengan memberikan senyum yang tulus. Orang Indonesia itu ramah-ramah kok. Kalau kita tersenyum, sebagian besar akan membalas dengan senyuman juga. Inilah moment tepat untuk memulai percakapan.
Dari Mana Saya Harus Memulai?
Mulailah percakapan dengan mengajukan pertanyaan sederhana. Amati sekeliling Anda! Bertanyalah seputar apa-apa yang ada di sekeliling Anda. Kalau saya, lebih suka memulai dengan pertanyaan yang sudah pasti jawabannya iya.
Contohnya ketika di pesawat dengan penerbangan menuju Surabaya. Saya membuka percakapan dengan pertanyaan, “Mau ke Surabaya ya, Mbak?”. Dan jawabannya sudah pasti iya. Herannya meski jawabannya iya, kebanyakan orang tetap saja bersemangat menjawabnya. Apalagi kalau pake senyum manis, hehehe…
Setelah beberapa pertanyaan ataupun komentar tentang keadaan di sekitar Anda, mulailah mengenalkan diri. Biarkan mereka mengenal Anda lebih jauh. Bangun kepercayaan lawan bicara Anda dan berikan kesan bahwa Anda adalah orang baik-baik yang menyenangkan.
Kehabisan Bahan Obrolan?
Ada satu tips sederhana biar kita ngga kehabisan bahan obrolan. Apa itu? Perhatikan cerita dari lawan bicara Anda. Disana Anda bisa masuk dengan pertanyaan-pertanyaan baru dan biarkan mereka bercerita lebih banyak lagi. Kalau Anda tahu, sebenarnya orang itu suka bercerita. Kita seringkali dengan senang hati bercerita panjang lebar manakala ada orang bertanya dan memperhatikan setiap apa yang kita ceritakan, betul tidak? Seperti itulah prinsipnya.
Anda juga bisa menggunakan FOR sebagai bahan obrolan. FOR = Family, Occupation, Recreation.
- FAMILY. Anda bisa bertanya bagaimana keluarganya. Anaknya berapa atau tinggal dimana, dsb. Semacam mencoba peduli.
- OCCUPATION. Tanyakan pekerjaannya apa. Sebisa mungkin cari kesamaan dengan pekerjaan Anda. Atau setidaknya tunjukkan sedikit kekaguman pada sisi positif dari pekerjaan mereka.
- RECREATION. Anda juga bisa bertanya tentang hobinya. Banyak dari kita akan dengan senang hati menceritakan hobi karena itu hal yang kita senangi dan kuasai.
Jangan Lupa Tinggalkan Message!
Saat Anda berbicara, cobalah sekiranya untuk menangkap profil dari lawan bicara Anda. Jika sekiranya nanti Anda akan menjalin kontak kembali, entah untuk menjalin kerjasama bisnis ataupun membangun hubungan serius, tinggalkan pesan untuknya. Katakan saja mungkin suatu saat nanti Anda akan menghubunginya. Mintalah kartu nama atau setidaknya no kontaknya.
Kalau memang Anda punya bisnis yang dijalankan secara profesional, mulailah membuat kartu nama Anda sekarang juga. Jangan menunda sekalipun bisnis Anda belum besar. Di akhir pembicaraan, Anda bisa memberikan kartu nama atau saling bertukar kartu nama dengan lawan bicara. Dengan kesan yang baik saat ngobrol dan kartu nama sebagai penutup, orang akan lebih mudah ingat pada Anda.
Practice Make Perfect
Langsung lancar pertama kali? Tentu tidak. Semua butuh jam terbang. Sering-seringlah berkenalan dengan orang baru. Selain memperluas social circle Anda, aktivitas ini juga bagus untuk melatih kemampuan berkomunikasi. Jadi orang yang kemampuan komunikasinya bagus itu enak loh. Kapan pun dan dimana pun dia berada, bisa berbaur dengan mudah bersama orang lain sekalipun baru dikenal.
Semoga ulasan saya ini bermanfaat. Sebagai referensi utama, coba cari buku “Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain”. Disana ada prinsip-prinsip dasar dalam menjalin komunikasi dengan orang lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar